Rabu, 06 Juli 2016 | 15:56 WIBSuasana lokasi ledakan bom bunuh diri di di Mapolres Solo, Jawa Tengah, 5 Juli 2016. istimewaTEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan bahwa teror di Polresta Solo kemarin menggunakan bom sisa atau bom yang sudah disusun sejak jauh-jauh hari namun belum sempat digunakan. Dan, Nur Rohman diduga belajar membuatnya dari internet karena Nur Rohman tidak pernah mengikuti pelatihan militer dan selama ini dikenal lebih kerap membongkar-pasang senjata. Bambang, yang terluka di kepala akibat ledakan, mencoba mencegat Nur yang menerobos masuk ke halaman Polresta Solo saat itu. Sebab, bom itu mirip seperti bom yang diamankan oleh Kepolisian pada penangkapan teroris akhir tahun lalu. Lebih lanjut, kemiripan peledak yang diamankan Desember lalu dengan yang dipakai pada teror di Solo adalah materialnya.
Source: Koran Tempo July 06, 2016 08:48 UTC