“Masyarakat Indonesia umumnya suka dengan karpet dari Pakistan, Turki, Iran, Afghanistan, Kazakhstan, masih banyak lagi,” kata Pemilik Al-Barkat Oriental Rugs and Carpets, Atta Ul Karim ketika ditemui di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Menurutnya, karpet asal Iran umumnya dibuat handmade atau memakai tangan. “Ya itu yang bikin mahal, kenapa mahal karena pakai tangan dan benangnya tipis, dalam satu inci saja ada 180 ikat disulam, belum lagi bahannya. Karena membuatnya memakai tangan, maka karpet bisa baru selesai dalam waktu 6 bulan hingga tahunan. Dan tak boleh asal dicuci dengan mesin cuci (*)Pakai Vacuum CleanerCukup memakai vacuum cleaner atau penyedot debu.
Source: Jawa Pos August 19, 2020 15:22 UTC