REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar sastra Profesor Doktor Nani Solihati mengatakan karya sastra dapat menginspirasi perilaku dan pola pikir manusia. Sastra juga bisa menjadi formula tepat dalam meredam budaya kekerasan di masyarakat. Menurut dia, perlu ada reposisi sastra dalam pembentukan karakter, seperti yang diinginkan, yaitu menggencarkan karya sastra yang memberi manfaat, bukan sekadar memberi pengalaman yang menghibur kepada penikmatnya. "Karya sastra diharapkan bisa mengubah perilaku masyarakat yang negatif, seperti suka kekerasan, beringas, mudah marah, menjadi cinta damai, pemaaf, santun, penyabar, dan perilaku baik lainnya," katanya menyikapi banyaknya peristiwa kekerasan di tengah masyarakat. "Ini tentu menjadi hambatan, karena karya sastra lebih efektif menginspirasi masyarakat yang memiliki minat baca tinggi," katanya.
Source: Republika December 15, 2018 15:45 UTC