Seorang demonstran memegang gambar Jamal Khashoggi saat protes di depan konsulat Arab Saudi di Istanbul [Osman Orsal / Reuters]TEMPO.CO, Jakarta - Harga minyak naik karena penurunan persediaan minyak mentah AS dan ketegangan geopolitik atas hilangnya jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, yang memicu kekhawatiran pasokan. Baca: Rekaman 11 Menit Ini Ungkap Jamal Khashoggi Disiksa dan DibunuhStok bensin AS turun lebih besar dari perkiraan 3,4 juta barel, sementara stok bahan bakar distilat turun lebih kecil dari perkiraan 246.000 barel, data API menunjukkan. Kenaikan harga minyak juga dipengaruhi oleh kasus Jamal Khashoggi, meskipun Presiden AS Donald Trump memihak pada Arab Saudi terkait jurnalis Jamal Khashoggi, bahkan ketika anggota parlemen AS menekan Arab Saudi. Baca: Arab Saudi Gelar Forum Investasi, Pebisnis Dunia Batal DatangArab Saudi telah menyatakan komitmen untuk melakukan penyelidikan lengkap terhadap penghilangan, kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sebelum meninggalkan Arab Saudi menuju Turki. Sementara Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates, mengatakan Arab Saudi dapat memotong sebanyak 500.000 barel per hari produksi minyak mentah, sebagai peringatan jika AS jika memberlakukan sanksi apapun terkait kasus Jamal Khashoggi.
Source: Koran Tempo October 17, 2018 08:03 UTC