REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) geram saat kembali ditanyakan adanya politisasi ihwal dugaan korupsi dana hibah Kwatir Daerah (Kwarda) Pramuka DKI Jakarta tahun 2014-2015. Sebelumnynya, dalam kasus tersebut menyeret nama Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Sylviana Murni. Saya saja tidak pernah mengeluh politisasi kok, jalani hukum kok," tegas Ahok saat kampanye blusukan di Batuceper, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (23/1). Sebelumnya, Ahok memberikan saran kepada Sylviana Murni untuk melakukan praperadilan bila merasa tidak bersalah dalam kasus korupsi dana hibah Kwatir Daerah (Kwarda) Pramuka DKI Jakarta tahun 2014-2015. Sylvi menjelaskan, dalam SK yang diteken Jokowi tersebut, tertulis biaya operasional pengurus Kwarda Pramuka DKI dibebankan pada APBD melalui dana hibah.
Source: Republika January 23, 2017 06:20 UTC