Substansi dari Sekolah Ibu tersebut kemudian dipertanyakan oleh sejumlah pihak, termasuk Komnas Perempuan. Wakil Ketua Komnas Perempuan Budi Wahyuni menilai Sekolah Ibu tidak tepat jika diadakan untuk merespons angka perceraian yang tinggi. "Jadi start-nya bukan dipicu tingginya angka perceraian, kemudian perempuan (diharapkan) bisa berpikir lebih panjang kemudian bisa mereda emosi. Angka perempuan menggugat cerai menurutnya memang cenderung meningkat. Menurutnya, Sekolah Ibu boleh saja diadakan jika tujuannya untuk memberdayakan perempuan atau membuat perempuan bisa lebih kritis bersikap terhadap hal-hal yang tidak tepat untuk perempuan.
Source: Kompas December 31, 2018 10:18 UTC