MAGELANG, KOMPAS.com - Pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Teguh Yuwono, melihat peluang kemenangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf lebih besar dibanding nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Ketua Program Magister Ilmu Politik FISIP Undip ini juga mengingatkan adanya pemilih-pemilih swing (ragu) soal calon presiden sehingga perlawanan Jokowi-Ma'ruf lebih berat. Baca juga: Tak Muluk-Muluk, Target Kemenangan Prabowo-Sandiaga di Jateng 50 Persen+1Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga memiliki gerakan perlawanan yang tidak bisa dianggap remeh sepanjang kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ini. Pasangan calon (paslon) yang diusung Partai Gerindra dan PKS itu dikelilingi pendukung dan simpatisan militan. Perlawanan Paslon 02Menurut pengamat politik dari Universitas Tidar (Untidar) Kota Magelang, Jawa Tengah, Eny Boedy Orbawati, secara umum mengalahkan paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf sebagai petahana memang tidak mudah dan Prabowo-Sandiaga menunjukkan perlawanan yang luar biasa.
Source: Kompas April 11, 2019 07:59 UTC