Saat bicara tentang penegakan hukum, korupsi, terorisme, dan hak asasi manusia, kedua pasang calon presiden dan calon wakil presiden luput memerhatikan tema itu dari sudut kepentingan milenial. Hal-hal yang menjadi materi debat penting bagi seluruh lapisan masyarakat, tetapi pernyataan-pernyataan yang muncul belum secara spesifik mengangkat persoalan yang bersentuhan langsung dengan milenial dan demi milenial. Kembali ke debat pilpres Indonesia, saya tergelitik ketika berbincang dengan salah seorang milenial yang berdomisili di Bandung, Jawa Barat. Penggunaan busana dan istilah-istilah anak muda zaman now saja tidak cukup untuk membuat milenial terkesan. Jangan biarkan generasi muda Indonesia apatis dan apolitis dengan rentetan debat pilpres yang terkesan receh karena pemberian kisi-kisi, aturan debat yang kaku, dan dialektika yang membosankan.
Source: Republika January 20, 2019 17:03 UTC