Sementara, organisasi-organisasi dan tokoh-tokoh publik Muslim berbagi keprihatinanREPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Politikus sayap kanan di Eropa menghubung-hubungkan kebakaran yang telah melanda Katedral Notre-Dame di Paris, Prancis, dengan klaim peningkatan intoleransi terhadap umat Kristiani di Eropa. Februari lalu, 47 serangan terjadi di Prancis," tulis Weidel di akun Twitter pribadinya, dilansir Aljazeera, Rabu (17/4). Selain mengaitkannya dengan dugaan intoleransi, Weidel juga menyinggung keberadaan imigran dan Muslim di Eropa. Media Prancis melaporkan bahwa kebakaran itu mungkin terkait dengan pekerjaan renovasi. Namun, para penganut sayap kanan (alt-right) justru memanfaatkan kejadian ini untuk menyebarkan teori konspirasi dan menyindir umat Muslim, dengan menuduhnya sebagai dalang di balik terbakarnya bangunan bersejarah Paris itu.
Source: Republika April 16, 2019 21:33 UTC