Meski terlahir sebagai difabel, tanpa kedua tangan, Qomar tak pernah menganggap itu sebagai kekurangan. Sebelum menjadi petani melon dengan hasil puluhan juta sekali panen. Namun, dia kewalahan ketika hewan yang dia rawat tumbuh besar. Kalau kemudian akhirnya memilih menanam melon, Qomar beralasan karena proses tanam hingga panennya terbilang singkat. Kegigihan Qomar di ladang melon itu tak pelak mendatangkan apresiasi dari banyak orang.
Source: Jawa Pos April 14, 2018 06:33 UTC