’’Telisik Tari diharapkan mampu membuka interaksi yang lebih luas melewati batasan-batasan budaya di sekitar kita,’’ kata Yola Yulfianti, Ketua Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta. Pada Telisik Tari kali ini, fokus utama bentuk kesenian yang dipertemukan adalah balet dan tari khas Betawi. Pada prosesnya, Telisik Tari menyuguhkan bentuk-bentuk kerja kolaborasi dari para seniman yang dekat dengan balet dan tari Betawi. Lalu, Atien Kisam yang besar dalam tradisi seni tari Betawi berkolaborasi dengan Jakarta Ballet Dancers. Selain pementasan tari dan ceramah pertunjukan, Telisik Tari juga dilengkapi dengan diskusi bertema Mengapa Ada Balet di Indonesia.
Source: Jawa Pos December 07, 2019 06:11 UTC