JawaPos.com – Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto menyatakan, fasilitas dan kurikulum beberapa SMK di Indonesia yang telah menerapkan link and match dengan industri dan dunia kerja (IDUKA). Dan ini tidak kalah jika dibandingkan sekolah vokasi di Jepang. Hal tersebut diungkapkan Wikan setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) tiga SMK di Jawa Tengah yaitu SMK Negeri 2 Solo, SMK WARGA Solo, dan SMK 1 Muhammadiyah Sukoharjo beberapa waktu lalu. Wikan juga berharap kurikulum link and match tidak saja membekali lulusan SMK dengan kompetensi tinggi, tapi juga dapat meningkatkan soft skills siswa. Sebagai catatan, setelah mencermati masukan-masukan dari industri dan dunia kerja dalam sinkronisasi kurikulum SMK, Wikan menyatakan bahwa aspek pengembangan soft skills siswa SMK masih harus ditingkatkan dengan sungguh-sungguh.
Source: Jawa Pos August 03, 2020 03:16 UTC