Nadia mengatakan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes bersama sejumlah laboratorium perguruan tinggi di Indonesia terus memantau semua varian yang muncul. VoC merujuk pada varian yang dianggap lebih mengancam dalam hal penularan atau mematikan serta lebih resisten terhadap vaksin maupun pengobatan. Kami juga melakukan pemantauan terhadap varian Mu yang saat ini menyebar di 46 negara. Sejak varian Mu diteliti Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada 30 Agustus 2021, sejumlah pakar menyebut varian tersebut berpotensi kebal terhadap vaksin. "Kami juga terus berkoordinasi dengan WHO untuk terus memperbarui informasi terkait varian Mu dan varian lain yang berpotensi menyebar di Indonesia," katanya.
Source: Republika September 10, 2021 12:00 UTC