KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia ( PERSI) hingga saat ini belum menerima bukti adanya dugaan RS 'nakal'. Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Azhar Jaya mengaku belum menerima tembusan terkait dugaan RS 'nakal'. "Namanya laporan kan harus ada bukti bukti yang kuat, baru kita bisa tindaklanjuti," jelas dia. Azhar juga mengingatkan masyarakat untuk melapor ke Kemenkes jika menemukan bukti kuat adanya RS 'nakal'. "PERSI belum menerima pengaduan resmi dari masyarakat atas dugaan meng-covid-kan pasien," kata Anjari saat dihubungi secara terpisah, Minggu siang.
Source: Kompas October 04, 2020 12:45 UTC