Dari pesan tertulis yang menyebar secara berantai, disebutkan bahwa informasi itu datang dari istri salah seorang mualim (perwira kapal) yang disandera. worldbulletin.netTEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri masih mencari informasi pasti, terkait dengan beredarnya kabar penyanderaan tujuh warga negara Indonesia di perairan Filipina oleh kelompok radikal Abu Sayyaf. Menurut Iqbal, salah satu media sempat memberitakan penyanderaan tersebut terjadi pada kapal milik sebuah perusahaan pelayaran di Samarinda, Kalimantan Timur. Ada 7 orang dibawa dengan dua perahu, sementara yang 6 kru lain belum diketahui keberadaannya,” ujar Mega, seperti dikutip dari pesan tersebut. “Sudah kami cek, dan pihak PT juga tak bisa menkonfirmasi,” ujar Iqbal.
Source: Koran Tempo June 22, 2016 09:33 UTC