REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menrsitekdikti) Mohamad Nasir meluncurkan perangkat lunak atau softwere layanan ramah difabel pada Ujian Terbuka Berbasis Komputer (UTBK) 2019. Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengembangkan metode screen reader untuk memberikan aksesibilitas bagi peserta disabilitas netra agar dapat membaca tulisan di layar komputer. Ketua LTMPT Ravik Karsidi mengungkapkan untuk peserta tuli, peserta tes akan menggunakan tanda arah pada komputer dan komputer akan membacakan soal berupa pilihan ganda. Peserta disabilitas netra terbanyak akan melaksanakan ujian di Pusat UTBK Universitas Negeri Yogyakarta yaitu 16 peserta dan Pusat UTBK Universitas Pendidikan Indonesia yaitu 12 peserta. Apabila dilihat berdasar kelompok ujiannya, peserta disabilitas netra terbanyak mengikuti kelompok Soshum yaitu 63 peserta dan Saintek sebanyak tujuh peserta.
Source: Republika May 03, 2019 16:41 UTC