Kondisi ini dikenal dengan istilah sindrom overtraining. Sindrom overtraining dapat muncul melalui berbagai gejala, baik fisik maupun psikologis. Di sisi lain, sindrom overtraining dapat menyerang siapa saja yang berolahraga dengan volume (durasi) tinggi tanpa istirahat yang cukup. Pada jantung, olahraga berlebihan dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung bahkan saat tubuh sedang dalam kondisi istirahat. Olahraga berlebihan juga bisa menyebabkan kelelahan, nyeri otot dan persendian walau tidak ada cedera, sulit tidur, serta lebih sering sakit.
Source: Kompas December 21, 2020 10:07 UTC