''Setelah memeluk Islam, saya merasa sungguh-sungguh perlu untuk membantu orang-orang yang belum mendapatkan cahaya Islam,'' ujarnya seperti dikutip dari situs Islamreligion.com. Jauh sebelum memeluk Islam, Jenkins hidup dan dibesarkan di lingkungan yang tergolong agamis. Posisi ibunya sebagai orang tua tunggal yang juga harus menafkahi keluarga, membuat Jenkins lebih banyak berada dalam pengasuhan sang nenek yang adalah seorang pemeluk Kristen Pantekosta yang taat. Karenanya, tak mengherankan jika di usia enam tahun, Jenkins sudah mengetahui ajaran-ajaran dalam kitab Injil yang diyakini oleh para pemeluk Kristen Pantekosta. ''Nenek selalu mengajarkan kepada saya bahwa seorang anak laki-laki yang baik akan masuk surga, sementara anak laki-laki yang nakal akan mendapatkan hukuman di neraka.
Source: Republika April 19, 2017 07:52 UTC