“Waktu mau pilkada garis kemiskinan itu dinaik-naikkan sehingga bansosnya itu lebih banyak," ucapnya dalam rapat kerja dengan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu, 1 Juli 2020. Namun ketika telah terpilih, kata Suharso, kepala daerah itu berusaha menurunkan data garis kemiskinan. "Mereka juga bilang garis kemiskinan sudah membaik sebagai prestasi kepala daerah." Dia mencontohkan, terdapat 2.000 data orang yang menerima bantuan sosial tidak bisa dikonfirmasi alamat dan tempat tinggalnya di Kabupaten Cianjur. Dengan demikian, perlu adanya satu data kemiskinan untuk memverifikasi dan validasi data kemiskinan secara nasional dan terkoordinasi dengan baik antara lembaga dan kementerian.
Source: Koran Tempo July 01, 2020 22:30 UTC