TEMPO.CO, Jakarta - Kehebohan di media sosial soal foto siswi memakai cadar sedang belajar di kelas memunculkan spekulasi bahwa SMK Attholibiyah yang berada di Tegal, Jawa Tengah itu mengajarkan radikalisme dan kekerasan. Kami tidak pernah mengajarkan radikalisme," kata Habib Sholeh. Jadi tidak mungkin sekolah yang kami kelola mengajarkan yang tidak-tidak," ujar dia. Penerapan aturan siswi memakai cadar itu dilakukan sebagai bentuk ikhtiar mereka, agar siswa-siswi tidak terjerumus dalam kemaksiatan. Nah, setelah pakai cadar kami sudah tidak pusing, lebih tenang."
Source: Koran Tempo October 30, 2017 08:37 UTC