Puluhan siswa SD itu adalah anak dari para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di perkebunan kelapa sawit di Kampung Bergosong, Malaysia. Ternyata banyak anak-anak mereka sekolah SD dan SMP di sekolah tapal batas,” ujar Rinta Wulandari, Koordinator Gerakan Sedekah Rombongan di wilayah Kalimantan Utara, Kamis (3/8/2017). Itulah yag menyebabkan, mereka harus berjalan kaki ke sekolah yang berada di perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut. Kami mensurvei 5 anak yang punya adik atau kakak yang bersekolah di sekolah perbatasan,” imbuhnya. Meski masih banyak anak yang membutuhkan sepeda, setidaknya dengan 5 buah sepeda yang diberikan Komunitas SR, ada 10 anak TKI yang terbantu.
Source: Kompas August 03, 2017 07:52 UTC