telegraph.co.ukTEMPO.CO, Jakarta - Facebook pada Sabtu lalu mengembalikan pesan yang diunggah Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg, yang mereka hapus sehubungan dengan sebuah foto ikonis Perang Vietnam yang menunjukkan seorang remaja perempuan telanjang meloloskan diri dari sebuah pengeboman napalm. Namun, foto tersebut dihapus beberapa jam kemudian oleh Facebook, dalam langkah yang diyakini sebagai sensor online pertama yang melibatkan seorang pemimpin pemerintah. Facebook mengatakan, “Sebuah gambar seorang anak perempuan telanjang biasanya dianggap melanggar standar komunitas kami, dan di beberapa negara mungkin dianggap sebagai pornografi anak. Diambil oleh fotografer Nick Ut Cong Huynh untuk Associated Press, foto produksi 1972 yang menunjukkan seorang anak perempuan Vietnam yang telanjang sambil berlari dari serangan bom napalm itu dianggap sebagai salah satu foto yang sangat menggambarkan perang tersebut. Foto tersebut mendapat penghargaan Pulitzer Prize.
Source: Koran Tempo September 12, 2016 08:03 UTC