Yog/RADAR JOGJAIni yang membuat si kembar harus dirawat lebih lama di RSU Kutacene. Sebagaimana nama yang mereka siapkan untuk si kembar. Upaya memisahkan kepala si kembar terus dilakukan. “Ini merupakan kasus langka,” jelas Sunartini Hapsara, ketua tim medis RSUP Dr Sardjito yang menangani kasus tersebut. Dan tentu saja berkat perjuangan si kembar yang kini berusia 2,5 tahun itu pula.
Source: Jawa Pos October 16, 2018 09:56 UTC