JawaPos.com- Suripno tak membayangkan rumah miliknya yang baru saja dikontrak sekitar dua pekan ternyata jadi tempat para terduga teroris Tuban singgah. ”Soalnya saat datang menemui saya, mereka baik-baik dan saya lihat juga sopan, jadi saya izinkan (mengontrak),” ucapnya ditulis Radar Semarang.com (Jawa Pos Group). Sesekali, diakuinya, memang terlihat ada tamu yang keluar masuk rumah yang dikontrakannya itu. Rumah tersebut diduga dijadikan tempat untuk koordinasi para terduga teroris yang tergabung dalam Jamaah Ansharut Daulah (JAD) sebelum berangkat ke Tuban. Keenam terduga teroris itu sebelumnya sempat menyerang anggota Satlantas Polres Tuban, Minggu pagi.
Source: Jawa Pos April 13, 2017 01:18 UTC