Win Ko Oo bicara di depan rekannya di Stasiun Kereta Api Mandalay, Myanmar. (Myanmar Now)TEMPO.CO, Jakarta - Win Ko Oo, 50 tahun, meninggalkan kehidupan mapan sebagai masinis ketika Junta Militer Myanmar mengkudeta pemerintahan demokratis pada Februari 2021. Pilihan untuk menolak rezim militer harus dibayar dengan mahal. Tidak perlu memukulinya seperti itu hanya untuk mengambil sepeda motornya. Keluarga Win Ko Oo menolak mengomentari kematiannya, tetapi mengatakan bahwa dia tidak pernah berhenti percaya pada perjuangan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi rakyat Myanmar.
Source: Koran Tempo October 04, 2021 06:45 UTC