Mantan penghuni kamp reedukasi Uighur, Gulbachar Jalilova sedang berada di Indonesia. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan penghuni kamp reedukasi Uighur di Provinsi Xianjang Cina, Gulbachar Jalilova (54 tahun) mengunjungi Kantor Ar-Rahman Qur'anic Learning (AQL) Center di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (12/1) malam. Muslimah Uighur ini menceritakan kisahnya saat ditahan oleh Pemerintah Cina di kamp selama satu tahun enam bulan sepuluh hari. "Maaf saya teringat dari saudara-saudara saya di sana," ujar Jalilova sembari mengelap air matanya. Jalilova diciduk aparat Cina di Kota Urumqi, Provinsi Xianjang setelah ketahuan bahwa dirinya adalah keturunan etnis Uighur, meski dia berasal dari Kazakhtan-Cina Xianjang.
Source: Republika January 12, 2019 17:37 UTC