Pendiri komunitas Backpacker Dunia (BD), Elok Dyah Messwati menilai kebijakan tersebut cukup merugikan bagi anak-anak yang ingin jalan-jalan ke luar negeri . Dengan uang sebanyak itu, mereka bisa keliling lima negara, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, dalam dua atau tiga pekan,“Itu menabungnya satu tahun loh. Apalagi mereka diminta untuk menyiapkan uang Rp 25 juta hanya untuk paspor doang. Berarti mereka mengharapkan orang tua dong untuk menyiapkan itu,” keluh Elok saat dihubungi melalui seluler, Ahad (19/3)Padahal, kata Elok, dengan anak muda berkeliling Asia Tenggara dengan uang sendiri mereka mengubah cara pikir menjadi orang berpikiran terbuka. “Dengan traveling mereka bisa merasakan kebaikan orang yang beda agama, bangsa, bahasa, dan juga etnis.
Source: Republika March 19, 2017 13:18 UTC