JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun kondisi global tetap menantang, para pelaku pasar memprediksi kondisi ekonomi Indonesia di tahun 2019 akan membaik. “Ada potensi The Fed hanya membutuhkan maksimal dua kali kenaikan (suku bunga acuan) selama 2019,” tambah Budi. Namun demikian, untuk mendorong investor melakukan diskriminasi membutuhkan kebijakan mendorong daya beli, reformasi untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas serta mendorong foreign direct investment,” ungkap Budi. Baca juga: Sri Mulyani: Kenaikan Upah Akan Tingkatkan Daya Beli MasyarakatSelama tahun 2019, kurs rupiah diprediksi bergerak pada kisaran 14.350 sampai 15.200. Dengan mengasumsikan pertumbuhan laba 12 persen, Bahana TCW memprediksi IHSG pada akhir tahun 2019 sekitar 7000.
Source: Kompas January 02, 2019 23:26 UTC