Ia menjelaskan memanasnya hubungan AS dan Venezuela berpotensi meningkatkan aversi risiko investor global dalam jangka pendek. “Kondisi ini mendorong harga minyak bergerak volatil dan cenderung menguat dalam jangka pendek,” ujar Hendra. Terkait Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Hendra memproyeksikan indeks akan melemah terbatas untuk menguji area support di kisaran 8.642 hingga 8.672 pada perdagangan Senin (5/1/2026). “Di tengah volatilitas jangka pendek akibat sentimen geopolitik, strategi yang lebih relevan adalah selektif dan memanfaatkan koreksi sebagai peluang trading maupun akumulasi terbatas,” ujar Hendra. Secara keseluruhan, meskipun ketegangan global akibat konflik AS dan Venezuela berpotensi menekan IHSG dalam jangka pendek, struktur pasar domestik yang semakin matang serta prospek pertumbuhan laba emiten membuat prospek IHSG tetap konstruktif.
Source: Republika January 04, 2026 15:31 UTC