Jika konflik meluas dan mengganggu jalur pelayaran minyak di Selat Hormuz, dampaknya dapat terasa langsung bagi masyarakat, terutama melalui kenaikan harga energi dan tekanan terhadap daya beli. Pemerintah mengingatkan Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak dunia. Gangguan di kawasan tersebut berpotensi memicu lonjakan harga minyak global yang kemudian merembet ke berbagai sektor ekonomi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan ketidakpastian geopolitik saat ini sudah tercermin di pasar keuangan internasional. Ketidakpastian global biasanya membuat investor asing menarik dana dari negara berkembang, termasuk Indonesia.
Source: Republika March 11, 2026 16:00 UTC