REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menjelaskan, konsumsi rumah tangga akan kembali menjadi tulang punggung perekonomian ekonomi Indonesia tahun depan. Hanya saja, dibutuhkan dorongan yang kuat dari belanja pemerintah untuk tetap menjaga daya beli dan minat konsumsi masyarakat. "Tataran realisasinya berjalan lambat, jadi tidak efektif mendorong konsumsi," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (14/8). Hanya saja untuk lebih optimal dalam mendorong konsumsi, Yusuf menekankan, kemampuan pemerintah untuk menstimulasi penciptaan lapangan kerja juga perlu dielaborasi lebih lanjut. Berbeda dengan konsumsi, Yusuf memprediksi, investasi akan sulit diharapkan untuk menjadi tumpuan perekonomian tahun depan.
Source: Republika August 14, 2020 18:22 UTC