REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Pemerintah Korea Utara (Korut) meragukan Pemerintah Amerika Serikat bakal membawa rencana alternatif untuk perundingan nuklir kedua negara dalam dua pekan mendatang. Hal ini setelah kedua negara gagal mencapai kesepakatan dalam pembicaraan nuklir di Stockholm, Swedia, Sabtu (5/10). Namun, ahli berpendapat, Pyongyang dapat menggunakan strateginya bernegosiasi untuk mendapatkan konsesi sebagai manfaat tambahan dari berpartisipasi dalam negosiasi soal nuklir. Langkah Korut ini dianggap suatu tindakan provokatif yang mendorong agar Pemerintah AS bergerak cepat untuk menegosiasikan persenjataan nuklir Korut. Sebelumnya, utusan nuklir Korut Kim Myong-gil mengatakan negosiasi denuklirisasi dengan AS belum memenuhi harapan dan akhirnya terhenti kembali.
Source: Republika October 06, 2019 18:11 UTC