REPUBLIKA.CO.ID, HOHHOT -- Kemarau parah terjadi di satu kota di Wilayah Otonomi Inner Mongolia di Cina Utara telah merusak hampir 70 ribu kilometer persegi padang rumput. Pemerintah kota telah mengerahkan sebanyak 50 ribu personel dan mengalokasikan lebih dari 46 juta yuan (tujuh juta dolar AS) untuk meringankan dampak kemarau. Kemarau telah menyelimuti Kota Hulun Buir selama dua bulan, lapor Xinhua. Kota itu mencatat temperatur sampai 44,1 derajat selsius pada Rabu (3/8), yang paling tinggi dalam sejarah wilayah tersebut, kata Biro Cuaca lokal. "Kemarau tersebut juga menimbulkan masalah air minum buat hampir 10 ribu orang serta 3,5 juta ternak," kata pemerintah lokal pada Jumat (5/8).
Source: Republika August 05, 2016 16:07 UTC