Secara rinci, liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam 1 tahun sebesar US$ 1,95 miliar, utang obligasi US$ 49,39 juta, dan pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo US$ 80,67 juta. Sebagai informasi, emiten yang memiliki kode perdagangan bursa GIAA ini ekuitasnya minus US$ 3,61 miliar pada September 2021. Dengan total aset hanya US$ 9,42 miliar, tetapi total kewajibannya mencapai US$ 13,03 miliar. Seperti diketahui, GIAA kembali membukukan kerugian US$ 1,66 miliar hingga akhir September 2021. Maskapai penerbangan milik pemerintah tersebut memiliki saldo defisit sebesar US$ 3,26 miliar pada 1 Januari 2021.
Source: Koran Tempo December 09, 2021 08:03 UTC