REPUBLIKA.CO.ID, JALUR GAZA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jalur Gaza memperingatkan akibat fatal yang dialami oleh sejumlah unit pelayanan kesahatan karena krisis listrik yang berlangsung terus menerus. "Kondisi pasien saat ini boleh jadi lebih memprihatinkan sejak situasi blokade yang melilit kehidupan di Jalur Gaza ini," kata Al-Qudrah. Setiap jam, kata dia, terjadi pemadaman listrik, yang menuntut ketersediaan sekitar 2.000 liter solar untuk sejumlah rumah sakit. Situasi ini semakin serius dan di sejumlah tempat pelayanan kesehatan benar-benar mulai berhenti untuk sementara waktu, karena persediaan bahan bakar semakin berkurang. “Krisis listrik ini tentu saja akan berdampak buruk pada pusat-pusat penyimpanan obat-obatan yang disimpan di dalam lemari es,” ujar Al-Qudrah.
Source: Republika April 17, 2017 09:22 UTC