REUTERS/Huseyin AldemirTEMPO.CO, ISTAMBUL -Wilayah udara di atas kawasan Marmara di Turki barat laut telah ditutup untuk penerbangan sipil hingga pukul 18:05 GMT, menurut Kantor Berita Negara Anadolu, Sabtu, mengutip informasi dari otoritas penerbangan. Penutupan wilayah udara itu, di daerah dekat perbatasan Turki dengan Yunani dan Bulgaria, dilakukan setelah upaya kudeta diluncurkan oleh sebuah faksi dalam militer Turki. Sedikitnya 60 orang tewas di Turki saat beberapa kelompok di dalam militer berusaha menggulingkan pemerintah, demikian jumlah terkini dari Kantor Kejaksaan, demikian Reuters. Erdogan berikrar akan mengakhiri operasi terhadap perencana kudeta di dalam militer, dan mengatakan, "Militer kami bersih dan tak seorang pun dapat membahayakannya." Di dalam pernyataan yang disiarkan melalui televisi segera setelah ia mendarat di Bandar Udara Internasional Ataturk di Istanbul, Presiden Turki itu mengatakan Kota Pelancongan Marmaris di bagian barat-daya Turki dibom sebab para penyerang mengira ia "masih berada di sana".
Source: Koran Tempo July 16, 2016 13:30 UTC