Padahal, ada dampak negatif yang mengintai mulai dari berkurangnya interaksi sosial dengan lingkungan, sampai dampak psikologis kepada anak-anak kelak. Untuk itu, sejumlah dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pengabdian dengan membangun Kampung Ramah Anak. Kampung Ramah Anak bertujuan meningkatkan kesadaran literasi digital bagi orang tua dan anak, serta menciptakan ruang kreativitas anak. Lalu, berjalan lagi pada Juni dan mulai dibuat membuat struktur pengurus Kampung Ramah Anak. Pengurus Kampung Ramah Anak, Hendho WS menyampaikan, Kampung Ramah Anak sangat dibutuhkan di perkampungannya karena masyarakat menaruh kepedulian kepada anak.
Source: Republika November 29, 2020 09:00 UTC