JawaPos.com - Laju pembalap putri Indonesia, Liontin Evangelina Setiawan, di Kejuaraan Dunia Balap Sepeda Jalan Raya 2017 berakhir prematur. Pembalap berusia 18 tahun ini juga mengakui trek di Bergen sangat sulit karena banyak tanjakan, sementara dia lebih bertipe sprinter. “Tapi, saya cukup beruntung bisa berlatih di Swiss karena di sana saya juga dilatih untuk trek tanjakan, sementara di Indonesia saya lebih banyak latihan di velodrome. Kalau saya tidak berlatih di Swis, mungkin saya tidak akan bisa bertahan di sini,” ujar Angel. Setelah pulang dari kejuaraan dunia, Angel rencananya akan turun di kejuaraan nomor trek Asian Cup yang berlangsung di India bersama Ayustina Delia Priatna dan Crismonita.
Source: Jawa Pos September 22, 2017 15:00 UTC