REPUBLIKA.CO.ID, RAKHINE -- Badan bantuan pangan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengeluarkan sebuah laporan penting yang mengungkapkan kasus kelaparan di antara populasi Rohingya. Dilansir dari the Guardian, Selasa (17/10), dokumen enam halaman, yang dilaporkan pada saat itu, telah diganti dengan sebuah pernyataan yang mengatakan Myanmar dan WFP telah berkolaborasi. Menurut WFP, hasil penelitian pada Juli di Rakhine dihapus dari situs resmi karena mengikuti permintaan pemerintah untuk melakukan review bersama. "WFP berdiri berdasarkan penilaian awalnya, yang dilakukan bersama-sama dengan pemerintah daerah di negara bagian Rakhine. Seorang konsultan yang telah bekerja dengan kantor PBB termasuk WFP mengatakan, tim yang bekerja di Rakhine sudah sangat gugup dengan laporan tersebut sehingga mendapat banyak perhatian.
Source: Republika October 17, 2017 11:03 UTC