Manusia yang masih hidup disebut dengan "Ata diken" sedangkan roh atau jiwa yang sudah meninggal disebut "Kewokot". Saat meninggal roh-jiwa (kewokot" akan berpisah dengab manusia (ata diken). Melalui kematian jiwa akan pergi dan mendiami suatu tempat yang baru yang dikenal dengan sebutan "Lau Kewokot". Di "Lau Kewokot" akan terdapat tempat peristirahat kekal atau keselamatan abadi. Di "Lau Kewokot" mereka yang telah meninggal akan bersatu dengan para leluhur yang terlebih dahulu meninggal dan juga bersatu dengan wujud tertinggi yang dalam bahasa Lamaholot dikenal dengan sebutan "Lera Wulan, Tana Ekan".
Source: Kompas December 07, 2021 19:57 UTC