Mereka pun menyebut keputusan Presiden AS yang ingin memindahkan kantor kedutaan ke Yerusalem sebagai pelanggaran yang membahayakan hukum internasional. "Keputusan AS tidak memiliki kekuatan hukum dan hanya menambah ketegangan, menyulut kemarahan dan ancaman lebih banyak wilayah jatuh dalam kekerasan dan kekacauan," demikian pernyataan dari Liga Arab dikutip Express, Minggu (10/12/2017). Baca juga: Liga Arab: Pengakuan AS Terkait Yerusalem Bisa Picu KekerasanMenteri Luar Negeri Lebanon Gebran Bassil mengajak kepada negara-negara Arab untuk mempertimbangkan penjatuhan sanksi ekonomi kepada AS. Orang-orang Palestina menginginkan bagian timur kota sebagai ibu kota negara merdeka masa depan mereka sendiri. Baca juga : Pertemuan Liga Arab Serukan Persatuan dan Konfrontasi Iran
Source: Kompas December 10, 2017 11:37 UTC