JawaPos.com – Bisnis esek-esek di eks lokalisasi Moroseneng masih menggeliat. Unit yang dipimpinnya mendatangi sebuah gang yang diduga menjadi ajang tempat prostitusi. Juga, lima laki-laki yang menjadi makelar bisnis esek-esek. Menurut dia, tarif praktik prostitusi di tempat tersebut berkisar Rp 200 ribu. Sumarto, salah seorang makelar bisnis esek-esek di sana, mengatakan bahwa yang dilakoninya hanyalah pekerjaan sampingan.
Source: Jawa Pos January 10, 2020 11:48 UTC