Sejumlah bank di Arab Saudi menghadapi kekurangan likuiditas. REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Bank Sentral Arab Saudi meningkatkan lebih dari tiga kali lipat plafon penerbitan tagihan mingguannya menjadi 10 miliar riyal atau 2,24 miliar dolar AS atau sekitar Rp 31,8 triliun (kurs Rp 14.200 per dolar AS) untuk membantu bank mengelola likuiditas dengan lebih efisien. Sejumlah bank menghadapi kekurangan likuiditas setelah bank sentral memberikan serangkaian tindakan dukungan sebagai tanggapan terhadap pandemi. Suku bunga pinjaman untuk simpanan yang merupakan ukuran utama likuiditas dalam sistem perbankan Saudi adalah 75,6 persen pada akhir Oktober. Selisih antara kurs antar bank riyal Saudi dan kurs yang sama untuk dolar juga telah menyempit.
Source: Republika December 21, 2020 01:41 UTC