Musda diikuti oleh Dewan Pimpinan MUI Kabupaten dan Ketua MUI Kecamatan se-Kabupaten Bondowoso. Iklim demikian sekaligus memberikan citra MUI sebagai organisasi yang mewadahi ulama, zuama dan cendekiawan Muslim. Oleh karena itu, beberapa kekuatan bergabung di MUI, seperti ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim yang tersebar di Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, aktivis organisasi, kekuatan birokrasi Kementerian Agama, pemerintah daerah dan media. Kini, setelah hampir setengah abad MUI berkiprah di panggung sejarah kehidupan berbangsa dan bernegara, kini adalah saat yang tepat untuk diformulasi ulang bagaimana MUI harus memantapkan sinergi antara ulama, zuama dan cendekiawan Muslim. Ber-amar makruf nahi munkar adalah tugas bersama, tugas ulama, zuama dan cendekiawan, karena tiga komunitas inilah yang diberi amanah lebih dibanding komunitas lainnya.
Source: Jawa Pos October 01, 2021 02:48 UTC