REPUBLIKA.CO.ID,BARCELONA -- Pemerintah Spanyol memecat Presiden Katalunya dan memberhentikan parlemennya pada hari Jumat, beberapa jam setelah Katalunya mendeklarasikan dirinya sebagai negara merdeka. Ini merupakan krisis politik Spanyol yang paling dahsyat sejak kembalinya demokrasi empat dekade yang lalu. Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengatakan, sebuah pemilihan regional akan diadakan di Katalunya pada 21 Desember mendatang. Terlepas dari emosi dan perayaan di dalam dan di luar gedung, semua itu adalah isyarat sia-sia karena tak lama kemudian Senat Spanyol di Madrid menyetujui pengenaan peraturan langsung kepada Katalunya. Katalunya mengadakan referendum kemerdekaan pada 1 Oktober yang dinyatakan ilegal oleh Madrid.
Source: Republika October 28, 2017 21:22 UTC