TEMPO.CO, Malang - Puluhan pelajar dan mahasiswa asal Papua yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMP) berunjuk rasa di depan Balai Kota Malang, Rabu, 27 Juli 2016. Menurut Anton, selama ini warga Malang menerima pelajar dan mahasiswa Papua yang menuntut ilmu di Malang. Kamis, 28 Juli 2016 | 04:15 WIBPengacara publik LBH Jakarta Veronica Koman (kiri), Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Papua Jefry Wenda, pengacara publik Pratiwi Febry, dan perwakilan mahasiswa Papua se-Jawa dan Bali Ambrosius Mulait memberi keterangan pers terkait pengepungan asrama mahasiswa Papua oleh polisi dan organisasi masyarakat di Yogyakarta. "Selama 36 tahun kami belajar di Malang, selama ini kami hidup berdampingan dengan warga Malang. Dalam aksinya, para pelajar dan mahasiswa Papua mengusung poster dan spanduk bertuliskan, "Maaf kami bukan separatis", "Menolak rasis", juga "Aksi solidaritas anti-diskriminasi dan rasis".
Source: Koran Tempo July 27, 2016 21:11 UTC