REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Mohammad Zainal Abidin, mengembangkan alat pengolah air laut menjadi garam dan air tawar. "Selain bisa mengolah air laut menjadi garam, alat ini juga bisa untuk memenuhi kebutuhan air bersih di daerah pesisir pantai," kata Zainal Abidin kepada wartawan di kampus UM Surabaya, Jumat (4/8). Proses pengolahan air laut menjadi air tawar dan garam diawali dengan meletakkan alat tersebut di ruang terbuka agar terkena panas matahari. Selanjutnya diubah menjadi energi tegangan AC menggunakan inverter untuk proses destilasi yakni memisahkan air laut menjadi garam dan air tawar. "Penelitian saya menggunakan 200 cc air laut selama satu jam menjadi air tawar 180 cc dan garam 10 gram.
Source: Republika August 04, 2017 10:07 UTC