REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Peraih nobel perdamaian termuda Malala Yousafzai menunggu respons Aung San Suu Kyi untuk mengutuk tindakan brutal militer Myanmar terhadap Rohingya. Ia menilai, keputusan Aung San Suu Kyi untuk mengecam dan menghentikan kekerasan terhadap Rohingya sangat ditunggu. Menurutnya, jika rumah mereka bukan di Myanmar, di mana mereka tinggal selama beberapa generasi, lantas di mana tempatnya? Kekerasan di Myanmar, tepatnya di negara bagian Rakhine, kembali merebak setelah peristiwa penyerangan gerilyawan Rohingya ke pos-pos perbatasan Myanmar. Aksi brutal militer Myanmar menyebabkan ribuan Muslim Rohingya mengungsi menuju perbatasan Myanmar untuk menyeberang ke Bangladesh.
Source: Republika September 04, 2017 07:28 UTC