Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan maksud Malioboro sebagai kawasan tanpa rokok bukan berarti tidak boleh merokok di area Malioboro. Sehingga di akhir Desember atau saat libur akhir tahun, ketentuan yang mengatur Malioboro sebagai kawasan tanpa rokok bisa berjalan penuh. Heroe menambahkan kampanye Malioboro Kawasan Tanpa Rokok ini pun berkorelasi dengan upaya memutus mata rantai penularan Covid-19. Heroe meyakini bahwa merokok meningkatkan reseptor sel virus yang juga menjadi reseptor virus Covid-19, merokok dapat menularkan virus dari tangan ke mulut dan sebaliknya. “Rokok kaitannya erat dengan mulut, rokok diambil dengan tangan kemudian ke mulut padahal penularan Covid-19 bisa melalui mulut, hidung dan mata, dan juga meningkatkan reseptor sel virus” ujarnya.
Source: Koran Tempo November 13, 2020 23:37 UTC