Jatim jadi punya kesempatan mengambil pasar yang semula milik mereka,” tutur Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, Jumat (10/1). Karena itu, menurut dia, para pengusaha Jatim harus lebih agresif mencari celah dan cara untuk memasarkan produk mereka. Kadin Jatim telah menginventarisasi komoditas-komoditas potensial yang penjualannya bisa ditingkatkan di AS. Sementara itu, komoditas Jatim yang potensial dikirim ke Tiongkok adalah ikan, produk kimia, besi baja, tembaga, batu bara, bubur kayu, dan plastik. Mengutip data BPS Jatim, nilai ekspor Jatim November 2019 secara keseluruhan mencapai USD 1,69 miliar (Rp 23,2 triliun).
Source: Jawa Pos January 11, 2020 02:03 UTC